Makanan Olahan yang Wajib Standar Nasional Indonesia (SNI)

black camera lens on white printer paper

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional, implementasi standar nasional diharapkan untuk memperkuat perlindungan consumer, pebisnis, tenaga kerja, dan keseluruhan masyarakat.

Tujuan utamanya adalah untuk menjamin keselamatan, keamanan, pelestarian fungsi lingkungan hidup, memfasilitasi perdagangan, dan menciptakan persaingan usaha yang sehat.

Standar Nasional Indonesia () merupakan standar yang dipraktikkan di seluruh Indonesia.

diatur oleh komite teknis dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN), sebuat lembaga pemerintah non-kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

dan Pangan

dirancang dengan tujuan untuk memahami istilah dan definisi suatu produk pangan secara universal, hingga penamaan atau penyebutan produk pangan dapat diseragamkan.

juga memberikan acuan atau pedoman istilah dan definisi dalam rangka standardisasi dan sertifikasi produksi suatu produk pangan.

Meski cenderung bersifat sukarela, dapat diwajibkan oleh instansi teknis apabila berkaitan dengan isu keselamatan, keamanan, kesehatan masyarakat, atau pelestarian fungsi lingkungan hidup, dan juga pertimbangan ekonomis.

Daftar Pangan Wajib

Berikut ini merupakan daftar pangan olahan yang wajib memiliki :

  • Air mineral alami ( 6242:2015)
  • Air mineral ( 3553:2015)
  • Air demineral ( 6241:2015)
  • Air minum embun ( 7812:2013)
  • Garam konsumsi beryodium ( 01-3556-2000)
  • Minyak goreng sawit ( 7709:2019)
  • Kopi Instan ( 2983:2014)
  • Tuna dalam kemasan kaleng ( 8223:2016)
  • Sarden dan makarel dalam kaleng ( 8222:2016)
  • Tepung Terigu sebagai bahan makanan ( 3751:2009)
  • Gula kristal – Bagian 3: Putih ( 3140.3:2010/Amd1:2011)
  • Gula kristal – Bagian 2: Rafinasi ( 3140.2-2011)
  • Kakao bubuk ( 3747:2009)
  • Biskuit ( 2973:2011)

Sertifikasi pada makanan sangat penting untuk memastikan konsumen mendapatkan produk yang aman, sehat, dan berkualitas tinggi.

Sebagai konsumen, kita perlu melihat keberadaan sertifikasi saat memilih produk pangan untuk konsumsi sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *